Menjadikan prestasi non akademik lebih baik
Pernah mengalami kegagalan dalam memperebutakan prestasi non akademik? Jawabannya pasti semua orang pernah gagal, untuk bangkit itu hanya ada pilihan mau dan finish. Di sini saya akan membagi pengalaman tentang cara bangkit untuk mendapatkan prestasi non akademik.
Oke langsung saja mungkin sekitar 10 tahun yang lalu saya memulai mencari prestasi non akademik yaitu Taekwondo. Dahulu saya hanya latihan seminggu 2x dan bahkan tidak ada fikiran untuk menambah latihan sendiri. Seiring berjalannya waktu mulailah ada pertandingan-pertandingan yang seru dan saya mulai terjun di pertandingan itu. Beberapa kali pertandingan saya selalu gagal untuk menjadi juara di bandingkan teman-teman saya, saya berfikir untuk tidak ikut Taekwondo lagi karena saya sering gagal dalam pertandingan. Tetapi suatu saat habis pertandingan pelatih saya memberikan motivasi ("yang kalah jangan berkecil hati, tetap latihan dengan rajin dan menambah latihan sendiri, dan lanjutkan proses itu karena proses akan memberikan apa yang kamu lakukan"). Setelah mendapatkan itu saya mulai memperbaiki dalam hal latihan. Hari demi hari saya selalu latihan bahkan pernah saya satu minggu latihan 8x, tetapi saya masih belum bisa juara. Disitu saya bingung" kenapa kok saya sulit untuk mendapatkan juara?" Ternya kurangnya konsentrasi dan keseriusanlah kendala yang fatal. Di saat mengetahui itu kekurangannya saya memulai latihan meditasi untuk melatih konsentrasi dan merenungi untuk selalu bisa serius dalam latihan. Melatih konsentrasi lewat meditasi itu gampang-gampang susah, soalnya pasti banyak omongan orang-orang yang kita dengar, tips untuk yang mau latihan meditasi agar bisa konsentrasi yaitu di kamar sebelum tidur dan membayangkan apa yang dilatih hari ini.
Seiringnya berjalan waktu dan melakukan metode itu saya mulai perlahan bisa juara di event kejuraan-kejuaraan.
Jadi untuk adek-adek yang belum bisa juara jangan berkecil hati, tetap latihan, mulai latihan metode meditasi itu, dan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh, dan jika bisa jangan tidak berangkat latihan karena di setiap latihan materi latihan dari pelatih berbeda-beda.
Oke langsung saja mungkin sekitar 10 tahun yang lalu saya memulai mencari prestasi non akademik yaitu Taekwondo. Dahulu saya hanya latihan seminggu 2x dan bahkan tidak ada fikiran untuk menambah latihan sendiri. Seiring berjalannya waktu mulailah ada pertandingan-pertandingan yang seru dan saya mulai terjun di pertandingan itu. Beberapa kali pertandingan saya selalu gagal untuk menjadi juara di bandingkan teman-teman saya, saya berfikir untuk tidak ikut Taekwondo lagi karena saya sering gagal dalam pertandingan. Tetapi suatu saat habis pertandingan pelatih saya memberikan motivasi ("yang kalah jangan berkecil hati, tetap latihan dengan rajin dan menambah latihan sendiri, dan lanjutkan proses itu karena proses akan memberikan apa yang kamu lakukan"). Setelah mendapatkan itu saya mulai memperbaiki dalam hal latihan. Hari demi hari saya selalu latihan bahkan pernah saya satu minggu latihan 8x, tetapi saya masih belum bisa juara. Disitu saya bingung" kenapa kok saya sulit untuk mendapatkan juara?" Ternya kurangnya konsentrasi dan keseriusanlah kendala yang fatal. Di saat mengetahui itu kekurangannya saya memulai latihan meditasi untuk melatih konsentrasi dan merenungi untuk selalu bisa serius dalam latihan. Melatih konsentrasi lewat meditasi itu gampang-gampang susah, soalnya pasti banyak omongan orang-orang yang kita dengar, tips untuk yang mau latihan meditasi agar bisa konsentrasi yaitu di kamar sebelum tidur dan membayangkan apa yang dilatih hari ini.
Seiringnya berjalan waktu dan melakukan metode itu saya mulai perlahan bisa juara di event kejuraan-kejuaraan.
Jadi untuk adek-adek yang belum bisa juara jangan berkecil hati, tetap latihan, mulai latihan metode meditasi itu, dan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh, dan jika bisa jangan tidak berangkat latihan karena di setiap latihan materi latihan dari pelatih berbeda-beda.
Comments
Post a Comment